Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah

Perasaan awal sebelum memulai aksi nyata Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

  • Khawatir tidak mendapat dukungan dari teman,siswa atau kepala sekolah
  • Ragu-ragu apakah saya mampu melakukan perubahan sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara.
  • Terlintas rasa semangat. Semangat untuk melakukan perubahan demi Indonesia maju.
  • Penasaran..Apakah perubahan yang saya rencanakan dapat berhasil membawa pendidikan lebih baik?
  • Optimis. Dengan cara belajar dari berbagai sumber, saya yakin saya bisa melakukan peruhan sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan
  • Mengajak siswa melaksanakan piket saat pandemi Covid 19
  • Menanam tanaman hias di halaman kelas
  • Merawat tanaman yang ada di halaman sekolah
  • membuat tata tertib sekolah
  • Menyelenggarakan lomba kebersihan dengan hadiah yang fantasis
  • Selain Siswa melibatkan Wali kelas dalam menjaga kebersihan dan keindahan kelas.
Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik
  • Belajar memahami karakter Peserta Didik
  • Belajar bekerja dengan kelompok atau kolaborasi
  • kedekatan terhadap peserta didik meningkat ( pembelajaran berpusat pada siiswa)
  • Mendorong siswa untuk aktif melaksanakan piket sesuai jadwal
  • Memberikan teguran yang menyadarkan siswa arti kebersihan dan keindahan kelas
  • Memberi ketauladanan bagi peserta didik. Contoh menyapu yang baik.
  • Siswa lebih disiplin mentaati peraturan yang telah dibuat.
‘Foto bercerita’ dari seluruh rangkaian pelaksanaan (perencanaan, penerapan dan refleksi)
  • Bersama siswa merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan baik tentang rencana anggaran, strategi pelaksanaan kegiatan, aturan aturan yang harus ditaati,
  • setelah persiapan dirasa cukup kemudian aksi penerapan di lingkungan sekolah.
  • . Setelah pelaksanaan kegiatan kemudian merefleksikan kembali kegiatan yang sudah dilaksanakan dengan tujuan melihat kembali apakah kegiatan akan diteruskan dan dijadikan budaya.
‘Testimoni’ dari rekan guru dan murid yang terlibat dalam proses perubahan
  • Testimoni dari rekan guru

Perasaan sedih melihat suasana kelas yang kotor, banyak debu, karena sejak masa pandemi Covid - 19 tidak pernah diberihkan.

Kemudian merencanakan piket dan lomba kebersihan. Setelah pelaksanaan kegiatan suasana kelas menjadi bersih, tertata, indah dan menyenangkan.

  • Testimoni dari siswa .

Ketika suasana kelas kotor sedih, risih dan tidak nyaman. kemudian membersihkan, menanam tanaman hias dan menghias kelas. Hasilnya kelas menjadi indah bersih dan menyenangkan.




Komentar